Quote today : "When you're committed to something, you must really do it, whatever it takes, you accept no excuses, only results. That is commitment.”

 cinta sendiri

Tak terasa pernikahanku sudah beranjak tahun ke-5, dan kehamilan yang kutunggu pun belum juga berbuah manis.
Kerinduan kami terhadap hadirnya buah hati membuatku keranjingan mengikuti milis seputar masalah bayi dan anak. Disinilah awal ku berkenalan dengan seorang ayah yang bernama Barry.

Barry, seorang pria yang memiliki putri berusia 3 tahun, rupanya sangat concern dengan kesejahteraan anak semata wayangnya itu. Apapun ia lakukan agar rasa keingintahuan Keikei, begitu panggilannya, terjawab dengan baik.

Saya masih mengingat dengan baik ketika membaca tulisannya di milis "bagaimana cara membujuk seorang balita untuk makan ataupun tidur siang". Sempat terpikir olehku, kemana sang Bunda? Hingga harus sang Ayah yang merawatnya. Rupanya istrinya merupakan wanita karir yang bekerja sebagai salah satu general manager di perusahaan multinasional, sedangkan Barry sendiri memilih keluar dari pekerjaannya sebagai senior engineer di perusahaan tambang dan memilih mengikuti sang istri hijrah ke ibukota Jakarta. Beruntung Barry memiliki hobi memasak karena dari hobinya inilah, dia sekarang memiliki usaha katering yang berkembang dengan pesat. Bisnisnya pun dia kendalikan dari rumah mewahnya di kawasan Menteng.

Sekarang ku paham, mengapa dia yang lebih banyak mengurus Keikei dibandingkan sang Bunda. Mungkinkah ini resiko memiliki pasangan yang juga berkarir? Ah.. ntah lah. Aku tak bisa menjawabnya karena memiliki anak pun, aku belum mendapatkan kesempatan itu.

Singkat cerita, jalinan pertemanan antara aku dan Barry berlanjut lewat electronic mail (email). Banyak hal yang kami sharing, mulai dari urusan Keikei, kebiasaan masing-masing, hingga masalah pekerjaan. Aku sampai mengetahui yang Barry sukai yaitu sate buntel dan djarum black menthol. Untuk yang terakhir ini, baginya inilah soulmatenya. Ah.. pria, tak bisa kupahami mengapa dia tergila-gila dengan djarum black ini.

Komunikasi kami yang begitu intens,via email, chatting, sms-an, ataupun telpon membuat kami berdua saling memahami keadaan masing-masing. Terkadang Barry membantuku menuliskan resep masakan favoritnya, ataupun memanduku memasak lewat telepon. Dari Barry lah, aku mengetahui resep masakan Scandinavia , Smorrerbroad, yang berwujud open sandwich dengan paduan memadukan roti gandum hitam, daging herring, keju,sayuran, ditambah telur rebus. Menu sarapan siang yang mengenyangkan bagiku. Makin lama, komunikasi kami berlanjut mmembahas tentang kondisi pasangan masing-masing. Bahkan Barry menyarankan aku untuk mengurangi kesibukan sebagai wanita karir, dan memberi waktu yang lebih banyak dengan pasanganku,Dimas.

Dimas, pria yang kukenal 7 tahun lalu ini, akhirnya kupilih menjadi pendampingku. Sikapnya yang sederhana, lembut dan sabar membuatku bertekuk lulut ketika ia melamarku.Yaah.. baru kusadari kesibukan Dimas sejak ia dipindahkan ke Jakarta membuat nya harus bolak balik Jakarta – Makassar. Ini mungkin [terpaksa] ia lakukan untuk menjaga kuantitas pertemuan denganku tidak berkurang. Walau tak terucap, sering kulihat wajah letih yang berusaha ia sembunyikan. Sayang sekali, aku belum juga mengambil keputusan mengikuti Dimas ke Jakarta, karena tugasku sebagai wakil rektor di salah satu universitas negeri di Makassar ini tidak bisa kutinggalkan begitu saja karena meninggalkan karir ini, rasanya tak mungkin kulakukan. Kecintaanku pada dunia pendidikan menyebabkan aku mengabdi sepenuhnya di kampus ini. Keterikatan emosional ku dengan univesitas ini ternyata mengalahkan rasa sayangku pada Dimas. Bersalah rasanya ....
4 bulan sudah aku mengenal Barry dan Keikei, aku seperti merasa mengenal mereka sudah bertahun-tahun. Intensnya komunikasi antar kami terkadang meyebabkan kerinduan bertemu mereka berdua. Hingga suatu saat, ketika aku pergi ke Jakarta, aku mengajak bertemu mereka. Aku mengundang mereka untuk makan malam bersama Dimas disalah satu resto di Grand Indonesia. Sambil menunggu kedatangan mereka, aku menceritakan lebih detail pada Dimas, siapa Barry dan Keikei.

Tiba-tiba terdengar suara pria bertanya, ”Maaf apa Anda ibu Raya?”
”Iya saya sendiri, ibu Raya. Anda siapa?”, sahutku.

”Saya Iwan, karyawan pak Barry. Beliau menyampaikan permohonan maaf karena mendadak tidak bisa menghadiri undangan Ibu”

”Loh, kenapa tidak bisa datang? Apakah ada masalah dengan Keikei atau hal lainnya?”

”Tadi sore pak Barry mendadak harus ke kota Semarang, sehingga ia menyampaikan pesan ke saya untuk menemui ibu di tempat ini ”.

”Oh, baiklah bila begitu keadaannya. Terimakasih atas informasinya ya mas Iwan”.

Akhirnya makan malam ini saya lalui bersama Dimas.

Esok malamnya, aku menghubungi Barry via sms atau pun telepon. Tapi tak ada respon.
Ada apa dengan Barry? 3 hari aku menunggu, dia seperti hilang ditelan ombak.
Akhirnya kuputuskan mengirimkannya imel, menanyakan mengapa ia tak menerima undanganku.

3 bulan berlalu sudah.

Kesibukanku sebagai wakil rektor bidang kemahasiswaan, benar-benar menyita waktu keseharianku. Terutama apabila banyak kasus mahasiswa yang bermasalah. Isi mailboxku bisa-bisa penuh dari permohonan mahasiswa agar tidak di drop out dari kampus ini. Mataku begitu liar membaca sender list, nama yang tak kukenal langsung tersortir untuk di delete. Tiba-tiba mata ini terhenti disatu nama Barry Tedjokusumo , subject : none. Perlahan kuarahkan mouse ke arah email ini. Klik kiri ....
Dear Raya,
Kamu pasti marah dengan pembatalanku diundangan kamu dan suamimu. Tapi tolong, dengarkan penjelasan singkatku ini. Perbincangan kita sejak awal bertemu hingga beberapa bulan setelahnya membuat timbulnya perasaan yang lain dalam diriku. Saya sadar, bahwa ini tidak lah mungkin untuk disimpan. Tadinya saya pikir, bertemu kamu dan suamimu, tidak mengapa. Toh tidak ada yang salah bila kita kopi darat. Tapi rupanya, aku takut perasaanku ini bisa terbaca olehmu atau oleh suamimu.
Raya,
Saya tahu seberapa besar rasa sayang kamu ke suamimu, tapi saya tidak bisa menolak hadirnya rasa sayang ini padamu.
Mencintaimu seperti mencintai sebuah bayangan, seperti lagu yang kukirimkan ini padamu.

Raya,
Bila dirimu masih berkenan, saya akan temui kamu, 2 tahun dari sekarang. Saat itulah saya siap menemuimu.

~ Barry ~

Aku hanya bisa tertegun .... to be continue

0 comments:

Post a Comment

dear sahabat ....
thanks to respond my article in "It's my World". Hopefully, your feedback can make the contents of this site more meaningful. Sincerely, - nhirany -

 

© 2009-2016 Copyright N.Hirany. All Rights Reserved.

created by e.n.h.a ~ credits